Sabtu, 10 Desember 2011

JANGGALONG

Janggalong, mungkin kata yang asing bagi anda semua. memang kata yang aneh, tapi orang yang telah pergi mengunjunginyaatau orang-orang di sekitar tempat itu mendengar kata itu, maka fikiran mereka akan langsung tertuju pada satu tempat di desa Majau, kecamatan Saketi, kabupaten Pandeglang, Banten. ya, di tempat aku lahir ada air terjun yang tingginya sekitar 15 meter, yang diberi nama Janggalong.
Air terjun merupakan salah satu pesona alam yang mungkin sangat jarang ditemui di beberapa tempat. orang - orang  di sekitar air terjun janggalong mungkin bangga karena mereka memiliki salah satunya. karena di tempat mereka terdapat kekayaan alam itu, dan tentunya saya adalah salah satu dari orang-orang itu.
Janggalong termasuk air terjun yang tergolong tinggi, air yang menglirinya berasal dari Cimajau (ci--> cai = air, Majau ). memang airnya tak begitu jernih, karena air tersebut telah melewati banyak perumahan, sehingga polusi yang disebabkan para penduduk menyebabkan air sungai tak lagi bersih dan akhirnya juga mengalir di air terjun Janggalong.
akses menuju air terjun janggalong lumayan menguras tenaga, sebenarnya jalan tersebut bisa dilalui mobil tapi tetap harus berjalan sekitar 100 meter untuk mencapai air terjunnya. dan untuk menggunakan mobil harus memutar sangat jauh dan jalan akan sangat susah dilewati ketika hujan turun karena jalan tersebut hanya jalan tanah yang biasa dilewati truk pembawa karet mentah dari perkebunan karet. kebbanyakan pengunjung lebih suka berjalan kaki sekitar 2 km untuk bisa mengunjunginya.meski jarak yang begitu jauh, tapi selama perjalanan, para pengunjung disuguhi dengan aroma hutan yang masih asri dengan kicauan burung yang takan habis didengarkan, serta pemandangan kebun karet yang mungkin kini mulai berubah menjadi perkebunan sawit. akan menghilangkan rasa lelah.
(air terjun bissapu, sumber:http://www.facebook.com/note.php?note_id=245681338482)

sensasi panjat tebing,

saat perjalanan akan berakhir (hampir mencapai spot air terjun), para pengunjung akan menikmati sensasi melakukan panjat tebing untuk mencapai  bagian bawah air terjun Janggalong. karena jalan yang harus dilalui memiliki kemiringan 90 derajat. luar biasa memang. dan jangan habiskan tenaga anda di sana, karena memang jalan itu hanya satu-satunya jalan, maka anda harus menyisakan tenaga untuk pulang.

bagian bawah air terjun ini terdiri dari beberapa bagian, bagian untu berenang, bagian untuk beristirahat dan bagian untuk mengukir kenangan. bagian untuk berenang memiliki luas sekitar 5x6 meter, sekeliling bagian bawah air terjun janggaling ialah tebing-tebing batu, yang usianya tak muda lagi, jadi anda harus berhati-hati ketika berada di sana. bisa saja tebing itu jatu menimpa anda.
 

penantian musim














lihatlah caranya bernyanyi, dan berlaku
begitu anggun, hingga daun yang begitu hijau
enggan untuk turun dari tangkainya
berpegangan erat tak rela jatuh ke pangkuan bumi

namun waktu tak mengijinkannya tinggal lama
panas yang tak tertahankan memaksanya pergi
mencari tempat yang bisa menyejukan
dan mengobati dahaga hatinya saat itu

lama sudah ia pergi entah kemana, hingga bosan
kami menantinya, tapi kami harus tetap menantinya
bahkan kini sang daun telah turun dari tangkai
untuk menyambut pelukan bumi

memang  ia telah berlalu pergi terbawa waktu
mencari tempat hinggap untuk menghangatkan diri
dari dinginnya udara yang menyelimuti
tiap dahan tempatnya hinggap

Jumat, 09 Desember 2011

jeritan jiwa

aku bertanya, tentang apakah ini?
kata mereka ini tentang rasa yang tak bisa kau cicipi
tentang jiwa yang tak bisa kau genggam
tentang hati yang tak bisa kau miliki

lalu apa arti semuanya
jika tak bisa kucicipi, tak bisa kegenggam
atau kumiliki?
mereka hanya diam dan membisu

dalam lamunanku ku bergumam
mendekatklah wahai para pengelana
dekap aku dan hangatkanku,
hingga jiwa ini terlelap dipangkuannya

karena sungguh aku lemah dan tak berdaya
menjalani malam tanpa sinar darinya.